Mendengar suara air terjun yang diiringi celoteh burung, hembusan udara sejuk membelai kulit dan pemandangan alam yang menyejukkan mata, membuat waktu seolah berputar ke masa ber-abad silam ketika ada seorang perempuan yang menanti suami-nya di sebuah batu besar yang berada di bawah air terjun.
Kisah yang dimulai oleh sepasang kekasih yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Keduanya memutuskan untuk mengikat janji dalam pernikahan. Baru beberapa hari menjadi suami-istri, Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk bertandang ke rumah orang tua sang suami di Gunung Anjasmoro. Niat ini ditentang oleh orangtua Dewi Anjarwati, sebab menurut tradisi Jawa kuno, pasangan pengantin baru pantang untuk bepergian kemanapun sebelum usia pernikahan mereka mencapai selapan (35 Hari), dipercaya apabila pantangan ini dilanggar bisa mendatangkan kesialan bagi pasangan tersebut.
Namun, Keduanya tetap bersikeras pergi – Di tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono. Orang asing itu menantang Raden Baron Kusumo berduel untuk memperebutkan Dewi Anjarwati, karena ia terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati sejak pandangan pertama. Sebelum bertarung Raden Baron Kusumo meminta sang istri untuk bersembunyi diri di balik air terjun sembari menunggunya datang menjemput.
Sayangnya, dalam pertarungan itu Raden Baron Kusumo dan dan Joko Lelono sama-sama tewas. Janji Raden Baron Kusumo untuk menjemput istrinya tak mampu dipenuhi, dan Dewi Anjarwati yang telah menjanda meratapi nasibnya, menunggu tanpa batas waktu di air terjun tersebut. Semenjak saat itulah, air terjun tempat persembunyian Dewi Anjarwati dikenal dengan nama “Coban Rondo”.
Coban Rondo adalah salah satu destinasi wisata utama di Malang. Berada di ketinggian 1.135 meter dpl, tepatnya di jalan Coban Rondo, desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Udara yang masih natural menjadi daya tarik tersendiri bagi para traveler. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 80 Meter ini berasal dari mata air yang berada di sisi lereng gunung Kawi, yaitu mata air Cemoro Mudo.
Air terjun Coban Rondo ini memiliki akses yang mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
- Kendaraan Pribadi – Dari Malang, langsung arahkan kendaraan ke kota wisata Batu. Lalu ikuti arah menuju Pujon. Biasanya rutenya juga digunakan oleh bus Malang-Kediri. Nanti akan ada pertigaan patung sapi. Dari sana traveler bisa masuk ke gang patung sapi itu dan ikuti rute hingga sampai di gerbang Coban Rondo.
- Kendaraan Umum – Dari Malang, traveler menuju ke terminal Landungsari. Lalu naiklah bus jurusan Malang-Kediri. Turunlah tepat di pertigaan patung sapi Pujon. Dari sana Anda bisa naik ojek untuk diantar ke gerbang Wisata Coban Rondo.
Kini, Coban Rondo tidak hanya menawarkan keindahan air terjun saja untuk para traveler, melainkan juga dilengkapi dengan berbagai macam wahana wisata permainan seperti : Fun tubing, Paint Ball, Flying Fox, Sepeda gunung, Camping ground, wahana satwa dan kebun Coban Rondo.@Yourindonesia




































